Kamis, 06 September 2012

Bahan Baku (Raw Material)

BAHAN BAKU (RAW MATERIAL)


Bisnis perkebunan kelapa sawit semakin menarik, banyak pihak berlomba-lomba untuk menggelutinya. Semakin luas lahan yang dibuka maka akan semakin banyak benih kelapa sawit yang dibutuhkan.
Benih kelapa sawit yang bagus merupakan jaminan untuk menghasilkan buah sawit yang baik.
Perlu diketahui bahwa hasil pengolahan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang optimum sangat tergantung dengan mutu Tandan Buah Segar (TBS) yang masuk ke  PKS. Oleh karena itu penanganannya yang baik bagi TBS mutlak diperlukan.
 


1.   Buah Kelapa Sawit

Kelapa sawit (Elaeis Guineensis Jacq) semula berasal dari Afrika yang tumbuh secara liar/alam. Varitas yang dikembangkan biakkan kemudian yang tumbuh  sekarang ini diperkebunan-perkebunan tropis di Asia Tenggara, Amerika Selatan dan Afrika.
Buah kelapa sawit berbentuk seperti telor yang berbeda panjangnya antara -2 cm s/d 5 cm dan beberapa beratnya antara 3 gram s/d 30 gram.
Masing-masing buah secara normal terdiri dari satu inti tunggal (kernel) yang dikelilingi oleh pericarp. Pericarp itu terdiri tiga lapisan yakni endocarp keras, mesocarp yang berbentuk serabut yang mengandung minyak dan kulit luar yang tipis dan kilat yang dinamakan exocarp.
Pohon kelapa sawit senantiasa menghasilkan tandan buah yang mengandung salah satu dari tigas jenis buah yang berbeda yang dengan mudah dapat dikenal dari bentuknya yang berbeda. Bentuk ini dikenal masing-masing sebagai dura, tenera  dan pisifera.
Biji  dari buah bentuk dura memiliki kulit/ cangkang yang relatif tebal (antara 2 s/d 8 mm). Persentase mesocarp-nya terhadap buah umumnya rendah hingga  33 s/d 55%.
Biji dari buah berbentuk tenera umumnya memiliki cangkang yang tipis dari dura. Ketebalan cangkang berkisar 0.5 s/d 4 mm. Persentase mesocarp terhadap buah umumnya sedang hingga tinggi (60 s/d 96%).
Buah berbentuk pisifera tidak memiliki inti (kernel) atau cangkang. Buah ini sepenuhnya dari material mesocarp berdaging yang mengandung minyak.
Buah individu pada setiap tandan (apapun jenisnya) tidak ada yang persis sama bentuknya. Buah bagian dalam adalah lebih rata, lebih kecil dan kurang pigment-nya jika dibandingkan dengan buah bagian luar. Biasanya terdapat sebagian buah parthenocarpic yakni buah yang tumbuh seperti kurang dipupuk. Buah ini biasanya selain rendemen minyak kurang, tidak mengandung endosperm dan embrio dan bagian pusat dari buah biasanya padu. 

Berat dari suatu tandan buah yang matang berbeda satu sama lainnya dan tergantung pada usia dan jenis sawit serta kondisi pertumbuhannya. Buah muda yang berusia 2 s/d 3 tahun ada yang beratnya hanya 5 kg pertandan, sedangkan buah dewasa malah ada yang mencapai seberat 80 kg per tandan, namun rata-rata dibawah 40 kg pertandan.


2.   Standard Kematangan Buah Sawit
Buah sawit yang telah dipanen oleh pihak Estate/kebun dikirim ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dengan menggunakan truk. Buah sawit yang sampai di PKS akan disortasi dengan kriteria kematangan buah. Adapun kriteria kematangan buah  yang ditetapkan untuk setiap PKS tidak sama, namun secara umum dapat dikategorikan sebagai berikut:

-          Buah immature
Buah immature digolongkan sebagai buah yang masih hitam dan keras.  Buah immature ditandai dengan tidak adanya berondolan yang lepas dan mengandung sangat sedikit minyak.  Buah ini disebut  buah immature.

-          Buah mentah (unripe bunch)
Buah mentah adalah kurang dari 10 berondolan yang lepas. 


-          Buah masak (normal ripe)
Buah masak dengan lebih dari 25 berondolan yang lepas dari janjangan. 





-          Buah lewat masak (Over Ripe)
Buah yang lewat masak dengan berondolan lepas lebih dari 50% tetapi masih tertinggal 10%.




-          Tangkai Kanjangan (Long Stalk)
Tangkai janjangan yang panjangnya lebih dari 2.5 cm adalah Janjangan Panjang. Tangkai janjangan tidak mengandung minyak. Tangkai ini hanya menambah berat pada waktu penimbangan buah sawit tetapi menyerap minyak pada saat proses sterilisasi  dan threshing. Tangkai ini sangat tidak diharapkan dan panjang dari tangkai harus sependek mungkin.  Suatu praktek yang baik adalah dengan memotong tangkai dan membuat bentuk V  pada ujung bawah tangkai. 


-          Janjangan Kosong (Empty Bunch)
Janjangan kosong dengan lebih dari 90% berondolan yang lepas. 


Hasil pengolahan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang optimum sangat tergantung dengan mutu Tandan Buah Segar (TBS) yang masuk ke  PKS. Kerjasama yang baik oleh pihak Estate sangat diharapkan sehingga target rendemen minyak (24%) dan kernel (6%) dapat tercapai.




3.   Prosedur Sortasi Buah Sawit
Prosedur sortasi ini ditujukan untuk hasil panen dari kebun.  Pelaksanaan  sortasi ini diawasi oleh pihak pabrik (petugas sortasi dan Asisten pabrik) dan pihak kebun/estate (Asisten lapangan)
Dalam keadaan normal, sortasi buah sawit hanya dilakukan untuk hasil panen yang segar.  Adapun cara lain, hasil panen yang bermalam dapat disortasi tetapi harus dicatat bahwa panen tersebut sudah bermalam. Sortasi  yang sama dilakukan untuk kedua kasus tersebut. Minimal 100 janjang yang dibutuhkan untuk satu kali  sortasi, yang mana secara acak diseleksi. Frekuensi pengambilan contoh sedikitnya satu truk dari masing-masing kebun/divisi setiap hari pengolahan. Sortasi panen dari kebun/ divisi tertentu  harus diatur sehingga semua panen dapat disortasi. Adapun prosedur pelaksanaan sortasi:
-          Turunkan janjangan secara acak diatas lantai sortasi.
-    Periksa masing-masing janjangan secara menyeluruh dan pisahkan menurut  kriteria kematangan yang telah dijelaskan diatas. Hitung jumlah janjangan dari masing-masing kategori dan nyatakan dalam persen berdasarkan jumlah janjangan yang diperiksa.
-         Periksa panjang tangkai dari masing-masing janjangan. Catat jumlah janjangan dengan tangkai lebih panjang 50 mm. Nyatakan dalam persen dari total jumlah janjangan.
-          Catat hasil sortasi didalam lembaran harian sortasi.
-    Jika mutu buah sawit sangat jelek (dalam hal kematangan atau panjang tangkai), sisihkan janjangan tersebut dan informasikan ke Manager Pabrik. Managemen Estate/ kebun harus diinformasikan dan seorang wakil   dimintai untuk memeriksa dan mengkonfirmasikan mutu dari buah sawit.
-          Bersihkan buah sawit dari areal sortasi untuk sortasi berikutnya.

Tabel Kriteria dan Target Sortasi Buah Sawit. 

Bunch Category
Grading Criteria
% of 100 Bunches
Immature Bunch
No Loose fruit/ bunch
0
Unripe Bunch
Less than 10 Loose fruit/ bunch
0
Under Ripe Bunch
10-24 Loose fruit/ bunch
< 20
Ripe Bunch
More than 25 Loose fruit/ bunch
> 75
Over Ripe Bunch
More than 50% fruitlets detached with 10% still remaining
< 2
Rotten Bunch
More than half of the bunch is rotten & soft
< 2
Empty Bunch
More than 90% fruitlets detached
0
Bunch Stalk
Bunch stalk length is more than 2.5 Cms
< 1







-          Hasil sortasi dilaporkan setiap harinya ke Manajemen Estate/kebun/Pabrik/Plasma dan Head Office.